Senin, 07 November 2016

Penggunaan Asuransi Mendorong Kesejahteraan Petani

Asuransi tidak hanya dalam program kesehatan atau traveling saja, namun juga dapat digunakan untuk mendorong kesejahteraan bagi para petani Indonesia. Pemerintah Indonesia juga memperhatikan kesejahteraan bagi para petani agar dapat menjaga kualitas beras Indonesia agar tetap bagus. Amran Sulaiman selaku menteri pertanian menjelaskan bahwa eksistensi petani harus menjadi perhatian bagi masyarakat untuk menciptakan kedaulatan pangan nasional bagi seluruh Indonesia. Upaya pemerintah dalam menciptakan kedaulatan pangan nasional adalah dengan mendorong kesejahteraan bagi setiap petani dengan menggunakan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).


Gambar 1. Ilustrasi Petani

Indonesia sendiri memiliki dua musim, yaitu musim panas dan musim hujan. Hal tersebut menyebabkan ancaman dan risiko bagi petani, karena padi-padi yang ditanam di sawah dapat terkena banjir atau kekeringan dan bahkan dapat diserang hama. Amran menjelaskan bahwa adanya AUTP ini, diharapkan dapat mencegah ancaman dan risiko tersebut agar daya saing bagi para petani menjadi lebih baik lagi. Hal tersebut karena perlindungan bagi petani tertuang dalam UU Nomer 19 Tahun 2013 yang membahas tentang perlindungan dan pemberdayaan bagi petani, utamanya untuk pelaksanaan strategi perlindungan petani melalui asuransi pertanian. Program dari presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla yaitu Nawacita juga membahas mengenai asuransi pertanian agar meningkatkan kedaulatan pangan.

AUTP dimulai sejak 13 Oktober 2015. Tujuannya adalah untuk memberikan pelatihan pada petani agar bertani secara baik serta berorganisasi, menata perilaku petani dalam budidaya serta berorganisasi dan melindungi petani agar tidak mengalami kerugian ekonomi usaha akibat gagal panen, sehingga petani dapat memiliki modal untuk pertanaman padi. Proses ganti rugi pada AUPT akan diberikan pada petani yang umur padinya mencapai 10 hari, kerusakan mencapai 75%, luas kerusakan 75% dan besar ganti ruginya yaitu Rp. 6 juta per hektare dan per musim tanam. Namun apabila luas tanahnya kurang atau lebih dari satu hektare, besar ganti rugi yang akan didapat yaitu Rp.180 ribu. Kementrian pertanian memberikan bantuan subsidi 80% dari premi keseluruhan, sehingga pembayaran asuransinya hanya Rp.36 ribu.

Sumardjo Gatot Irianto selaku Dirjen Prasarana dan Saran Pertanian Kementrian, mengungkapkan bahwa sampai tahun 2015 sudah dilakukan 5 kali uji coba dengan total luas 3.703.84 hektare. Tahun 2015 sendiri, AUPT dilakukan pada lahan seluas 233.499,55 hektare dengan premi Rp.42.029 dengan total klaim Rp.21,7 miliar. Sumardjo juga menjelaskan bahwa tugas di lapangan memang tidak mudah. Harus memiliki tekad dan perjuangan yang besar. Asuransi memiliki ekspetasi agar lahan dapat tertata dengan benar, cara budidaya petani sudah dapat terkontrol dan adanya term of reference.

Demikian ulasan mengenai penggunaan asuransi petani yang dapat mendorong kesejahteraan para petani.

Referensi tulisan:
http://bisnis.liputan6.com/read/2608504/asuransi-mampu-dorong-kesejahteraan-petani
Sumber gambar:
http://www.harnas.co/files/images/760420/2016/04/01/ilustrasi-petani.jpg


Related Posts :