Rabu, 23 November 2016

Bolehkah Menjadikan Anak Di Bawah Umur Sebagai Ahli Waris Asuransi

Siapa yang akan dijadikan sebagai ahli waris atau penerima manfaat, apabila para orang tua menjawab anak, maka bisa jadi anda telah melakukan kesalahan. Hal itu disebabkan karena anak yang belum cakap hukum tidak bisa menerima waris. Seseorang dikatakan cakap hukum jika sudah berusia 21 atau sudah menikah. Jadi, bila anda mencantumkan anak sebagai ahli waris, maka segera untuk dirubah dan bisa digantikan dengan nama pasangan atau orang tua. Berikut beberapa alasan anak di bawah umur tidak bisa sebagai ahli waris, yaitu :


Gambar 1. Ilustrasi

Alasan anak di bawah umur tidak bisa sebagai ahli waris
Apabila nasabah telah mencantumkan nama anak sebagai ahli waris dan ternyata saat risiko terjadi sang anak masih di bawah umur, maka pihak asuransi akan mengacu pada surat Perwalian Hak Asuh Anak dari pengadilan. Hal ini berarti siapapun nama wali yang menjadi keputusan hak asuh, maka UP yang cair akan diberikan pada wali tersebut dan bukan kepada anak. Jika nasabah ingin UP menjadi milik anak, maka diharuskan untuk membuat surat wasiat secara lengkap dan detail, yang kelak menjadi tanggung jawab anggota keluarga terutamanya wali asuh anak untuk menuruti isi dari surat wasiat tersebut. Pihak asuransi hanya akan bertanggung jawab sampai pada hasil keputusan resmi dari pengadilan.

Para orang tua berharap uang pertanggungan dari asuransi yang dibeli untuk digunakan oleh anak-anak jika sesuatu terjadi seperti meninggal, sakit kritis atau kecelakaan yang menyebabkan tidak dapat lagi memenuhi kebutuhan anak-anak anda. Oleh karena itu apabila mencantumkan nama anak yang belum cakap hukum (21 tahun) sebagai ahli waris maka harus disertai dengan penunjukkan wali yang dianggap pantas untuk mengelola uang anda. Karena apabila menunjuk wali, maka anak di bawah umur tidak dapat menerima uang pertanggungan tanpa diwalikan oleh orang dewasa. Dalam hal ini memungkinkan uang pertanggungan akan jatuh ketangan ahli waris yang belum tentu anda inginkan.

Itulah beberapa alasan kenapa anak di bawah umur belum bisa dijadikan ahli waris dalam asuransi. Anak di bawah umur dianggap belum mengerti tentang hukum, sehingga mereka membutuhkan pendamping atau wali untuk mendapatkan hak uang pertanggungan dari perusahaan asuransi. Tetapi apabila uang pertanggungan jatuh pada wali yang salah dan tidak digunakan untuk kebutuhan anak, maka hal itu akan merugikan anda. Oleh karena itu sebaiknya sebelum memberikan ahli waris kepada anak yang di bawah umur, anda juga harus menunjuk wali yang tepat untuk mengelola uang pertanggungan anda. Berhati-hatilah dalam memilih ahli waris dan wali untuk anak anda. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Oleh: Brentley

Referensi tulisan :
http://bisnis.liputan6.com/read/2325797/kesalahan-berasuransi-dan-cara-menghindarinya?p=4
Sumber gambar:
http://1.bp.blogspot.com/-RYkWtZvI1AU/UFtvDBRfnfI/AAAAAAAAAA8/JI764Pn8PoA/s400/asuransi+link+pendidikan+anak.jpg


Related Posts :