Senin, 25 Januari 2016

Ini Alasan Banyak Nasabah Asuransi Merasa Dirugikan

Meskipun asuransi merupakan faktor yang penting, akan tetapi tidak sedikit nasabah asuransi yang merasa dirugikan karena kesulitan dalam melakukan klaim. Beberapa di antara mereka menyatakan bahwa jumlah asuransi yang diklaim tidak sebanding dengan pembayaran premi selama ini. Hal tersebut akhirnya menjadi preseden buruk bagi para perusahaan asuransi di mata calon nasabah lainnya.

Melihat hal ini ketua Dewan Asuransi Kornelius Simanjuntak menyatakan bahwa hal tersebut tidak sepenuhnya merupakan kesalahan perusahaan. Beberapa di antaranya akibat lalainya para nasabah dalam membaca ketentuan yang ada di polis asuransi. Meskipun biasa terjadi di Indonesia namun perbuatan tersebut merupakan kebiasaan buruk yang harus diperbaiki. Dia juga menambahkan beberapa alasan yang membuat nasabah merasa dirugikan.

  1. Tidak memahami polis asuransi

    Polis asuransi merupakan surat yang penting dan berisi ketentuan selama nasabah tersebut melakukan pembayaran premi terhadap asuransi yang dimaksud. Akan tetapi tidak jarang mereka menganggap bahwa hal tersebut hanya sebuah formalitas sehingga tidak perlu diperhatikan secara detail. Akibatnya, hal tersebut menjadi hambatan ketika mereka akan melakukan klaim terhadap asuransi tersebut.


    Gambar 1. Formulir pendaftaran asuransi

  2. Pihak marketing tidak menjelaskan secara detail

    Marketing mempunyai tujuan untuk memperoleh nasabah sebanyak-banyaknya. Akan tetapi, mereka juga memiliki tugas untuk menjelaskan segala produk yang dimiliki oleh perusahaan agar nasabah tidak keberatan. Maka nasabah sebaiknya bertanya dengan detail jika masih ada barang yang belum terlalu dimengerti oleh mereka.

  3. Tidak memberi data yang benar

    Beberapa nasabah yang meragukan asuransi kemudian memberikan data yang tidak valid. Hal ini menjadi penyebab utama mereka melakukan klaim bila kejadian yang diasuransikan telah terjadi. Akibatnya, mereka kesulitan dalam melakukan klaim yang menyebabkan harus membayar beberapa uang untuk membuat keterangan tentang validitas identitas mereka.

  4. Tidak sesuai kebutuhan

    Beberapa nasabah lebih tertarik terhadap keuntungan yang diberikan asuransi terhadap mereka. Akan tetapi, mereka tidak menyadari bahwa hal tersebut sebenarnya tidak sesuai dengan kebutuhan mereka. Akibatnya mereka akan mengeluh ketika membayarkan premi karena harus mengeluarkan banyak uang dalam tiap bulannya.

  5. Tidak sesuai kemampuan

    Ada nasabah yang berpikir bahwa asuransi adalah jalan satu-satunya untuk memproteksi diri. Pola pikir yang demikian membuat mereka mengambil keputusan harus melakukan asuransi apapun keadaannya. Hasilnya mereka berani untuk mengeluarkan uang yang cukup banyak hingga mencarikan hutang untuk bisa membayar premi asuransi setiap bulannya.

Asuransi merupakan hal yang penting tetapi cukup sulit dalam melakukan sejumlah klaim. Maka dari itu Anda harus benar-benar mengerti apakah asuransi tersebut sesuai dengan kebutuhan atau tidak. Selain itu jangan pernah memaksakan bila kondisi finansial Anda tidak mencukupi untuk melakukan sebuah pembayaran. Jadilah nasabah yang bijak dengan memperhatikan beberapa hal di atas.

Referensi:
1. http://bisnis.liputan6.com/read/707026/biar-tak-bersengketa-ini-saran-bagi-peserta-asuransi
Sumber gambar:
1. http://cdn.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2015/09/12/594271/670x335/menjebak-nasabah-lewat-penawaran-telepon.jpg


Related Posts :