Jumat, 29 Januari 2016

Definisi Asuransi Berdasarkan Undang-Undang Dan Sudut Pandang Ekonomi

Berbagai definisi banyak diberikan kepada istilah asuransi, di mana mungkin secara sepintas tidak ada kesamaan antara definisi yang satu dengan yang lainnya. Hal ini dapat dimengerti karena mereka mendefinisikannya sesuai dengan sudut pandang yang digunakan dalam memandang asuransi. Definisi dari asuransi dapat dilihat dengan berbagai sudut pandang, yaitu sudut pandang ekonomi, bisnis, hukum, sosial atau matematika. Berikut akan dibahas definisi asuransi berdasarkan sudut pandang ekonomi dan undang-undang atau hukum, antara lain :

Sudut pandangan ekonomi

Asuransi adalah suatu cara untuk mengurangi berbagai risiko dengan jalan memindahkan dan mengombinasikan ketidakpastian akan adanya kerugian dari aspek keuangan. Jadi berdasarkan sudut pandang dari segi ekonomi, asuransi dapat berkenaan dengan pemindahan dan mengombinasikan risiko. Asuransi merupakan sebuah perlindungan yang diadakan antara pihak swasta di mana dinyatakan dengan jelas untuk membayar sejumlah premi pihak yang diasuransikan, maka pihak asurander akan menyetujui untuk memberikan apabila pihak yang diasuransikan mengalami kerugian.

Sudut pandang hukum

Menurut sudut pandang hukum, asuransi adalah kontrak atau perjanjian pertanggungan risiko antara tertanggung dengan penanggung. Penanggung akan berjanji untuk membayar kerugian yang disebabkan risiko yang dipertanggungkan kepada sang tertanggung. Sedangkan tertanggung akan membayar premi secara periodik kepada penanggung. Sehingga, tertanggung akan mempertukarkan kerugian besar yang bisa terjadi dengan pembayaran tertentu yang mungkin relatif kecil. Lebih jauh dalam Undang Undang nomor 2 tahun 1992 memberikan definisi asuransi atau pertanggungan merupakan perjanjian antara 2 pihak atau lebih di mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi asuransi untuk memberikan penggantian kepada nasabah sebagai akibat dari kerugian, kerusakan ataupun kehilangan suatu keuntungan yang diharapkan.

Selain itu bisa diartikan sebagai tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita oleh tertanggung, yang timbul akibat suatu peristiwa yang terjadi tidak pasti atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang telah dipertanggungkan. Dijelaskan lebih jauh dalam undang-undang hukum dagang pasal 246 pengertian dari asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian yang mana seorang penanggung telah mengikatkan diri kepada seorang tertanggung dengan menerima sebuah premi, untuk memberikan pergantian kepadanya karena suatu hal kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang tidak diharapkan, yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang terjadi tidak tentu.

Itulah beberapa definisi tentang asuransi menurut sudut pandang dari ekonomi dan hukum. Mungkin masih banyak lagi pengertian tentang asuransi menurut sudut pandang yang berbeda-beda. Walaupun memiliki arti yang beda, namun asuransi tetaplah suatu bentuk perlindungan yang dapat menguntungkan untuk anda. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

Referensi : http://www.mitrainsurance.com/index.php/id/profile-asuransi-mitra/seputar-asuransi


Related Posts :