Senin, 28 Desember 2015

Mengenal Keunggulan Asuransi Syariah

Asuransi merupakan persiapan untuk menghadapi kerugian-kerugian akibat peristiwa tak terduga di masa depan. Kerugian tersebut semisalnya saja hilangnya uang nasabah akibat bencana alam yang terjadi atau hilangnya anggota keluarga yang menjadi tulang punggung utama. Kerugian tersebut akan ditanggung oleh pihak asuransi yang dipilih sendiri oleh masing-masing nasabah. Ada banyak jenis asuransi yang terdapat di Indonesia bahkan seluruh dunia, yaitu salah satunya adalah asuransi syariah.

Menurut fatwa dari Dewan Syariah Nasional atau biasa dikenal DSN, asuransi syariah merupakan usaha saling melindungi dan tolong-menolong diantara sejumlah orang atau pihak melalui investasi dengan memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu sesuai dengan syariah islam. Asuransi syariah ini memang diperuntukan bagi kaum muslim untuk melindungi harta dan keluarga mereka dari akibat-akibat terjadinya suatu musibah. Memang tidak bisa mencegah datangnya musibah, tetapi asuransi dapat menanggulangi kerugian keuangan yang dialami nasabah.

Asuransi syariah memang memiliki perbedaan bila dibandingkan asuransi konvensional. Muhammad Zubair ketua Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia mengatakan perbedaan asuransi syariah dengan asuransi konvensional terletak pada penempatan dana berdasarkan bagi hasil bukan bunga, premi digunakan perusahaan asuransi untuk hal-hal yang bersifat syariat dan bila perusahaan asuransi mendapat keuntungan maka dua setengah persennya akan digunakan untuk berzakat. Pembayaran klaim nasabah diambil dari rekening tabarru (dana sosial) seluruh peserta.

Sedangkan dalam asuransi konvensioal, dana pembayaran klaim akan diambil dari rekening milik perusahaan asuransi itu sendiri. Itulah yang menjadi perbedaan antara dua jenis asuransi tersebut. Asuransi syariah memiliki banyak keunggulan seperti :

  1. Dana Dikelola Secara Islami

    Dana nasabah dikelola menggunakan sesuai syariat islami. Tentunya hal ini akan menghindarkan siapapun dari bunga (riba), maisir (judi) dan gharar (ketidakjelasan). Dana ini akan dipergunakan untuk mengantisipasi terjadinya peristiwa tak terduga yang menimpa para nasabah. Dengan demikian membuat nasabah menjadi tidak ada keraguan untuk menggunakan asuransi syariah karena prinsip-prinsip serta peraturannya sesuai dengan kaidah dalam islam.

  2. Dana Tidak Hangus

    Nasabah bisa mendapatkan uangnya kembali meskipun belum datang jatuh tempo. Hanya ada biaya operasional asuransi karena biaya operasional dibebankan kepada pemegang polis asuransi sekitar 30% dari premi.

  3. Dana Nasabah Dikelola Secara Transparan

    Dana akan dikelola oleh perusahaan asuransi secara profesional melalui investasi syariah yang didasari prinsip syariah. Ketentuan seperti ini sudah dijelaskan pada perjanjian awal secara terbuka dan terang-terangan.

Asuransi harus digunakan sesuai kebutuhan nasabahnya. Asuransi syariah ini selalu mengedepankan kebutuhan nasabahnya dan selalu berprinsip syariah. Asuransi syariah ini sangatlah cocok untuk kaum muslimin yang menjadi masyarakat mayoritas di Indonesia. Perjanjian di awal yang sangat transparan ini mampu menepis keraguan karena semua dana akan dikelola sesuai dengan ketentuan islam.


Related Posts :