Rabu, 23 Desember 2015

Kesalahan Umum Yang Dilakukan Saat Memilih Asuransi

Masyarakat Indonesia saat ini perlahan demi perlahan sudah mengerti arti pentingnya asuransi. Hal ini diperkuat dengan naiknya persentase nasabah asuransi setiap tahunnya, banyak yang sudah membeli ataupun baru mengajukan permohonan pada pihak asuransi. Ini merupakan bukti kalau masyarakat Indonesia sudah mulai peduli akan asuransi untuk keadaan tak terduga di masa yang akan datang. Banyak perusahaan asuransi ternama yang berada hampir di seluruh kota di Indonesia sehingga para calon nasabah tidak akan kebingungan mencari agen asuransi.

Asuransi merupakan perjanjian antar penanggung dan tertanggung di mana tertanggung diwajibkan membayar sejumlah premi untuk memberikan penggantian atas peristiwa yang tak terduga. Namun, banyak nasabah yang melakukan kesalahan saat membeli asuransi. Hal ini disebabkan oleh minimnya informasi yang didapatkan oleh para nasabah ketika hendak membeli suatu produk asuransi. Banyak nasabah yang hanya membayarkan premi, menyimpan polis tapi ketika hendak mengajukan klaim, mereka baru sadar jika asuransi yang dibelinya tidak sesuai dengan kebutuhan.

Tentunya hal ini merupakan masalah serius sehingga perlu penanganan serius juga. Ada beberapa kesalahan umum yang dilakukan para nasabah ketika membeli asuransi, antara lain :

  1. Uang Pertanggungan Kurang

    Banyaknya nasabah membeli asuransi melakukan kesalahan paling umum untuk dilakukan yaitu membeli asuransi dengan uang pertanggungan di bawah batas keperluan atau bisa disebut dengan istilah underinsured. Uang pertanggungan merupakan uang yang menanggung nilai jiwa orang yang diasuransikan. Uang pertanggungan ini kan diterima oleh ahli waris. Uang yang dibayarkan oleh pihak asuransi akan ini kurang karena kebutuhan yang terus menerus meningkat, maka uang tersebut hanya akan bertahan dalam jangka waktu pendek.

  2. Ahli Waris Salah

    Beberapa nasabah salah memilih orang sebagai ahli waris mereka. Biasanya nasabah menjadikan anak sebagai ahli waris, namun tahukah Anda bahwa anak di bawah umur tidak bisa menerima waris? Hal ini disebabkan si anak belum cakap hukum. Cakap hukum merupakan kemampuan subyek hukum untuk melakukan perbuatan yang dipandang sah secara hukum yaitu ketika anak berusia lebih dari 18 tahun atau di bawah 18 tahun tetapi pernah menikah.

  3. Menaruh Polis di Safety Box

    Menaruh polis asuransi di safety box merupakan kesalahan umum para nasabah. Menurutnya aman jika polis asuransi ada pada safety box di bank padahal jika pemegang polis meninggal dunia, akan sulit untuk membuka safety box tersebut. Meletakkan polis cukup di dalam satu map yang diletakkan di tempat yang mudah ditemukan.

  4. Tidak Memberi Tahu Keluarga

    Umumnya para nasabah tidak memberi tahu kepada keluarga mereka dan hanya menyembunyikan polis asuransi tersebut. Bicara tentang kematian merupakan hal yang tabu bagi masyarakat Indonesia ini yang menyebabkan banyak para nasabah yang menyembunyikan polis asuransi mereka. Maka polis tidak akan tercairkan karena masih terletak di tempat persembunyian padahal nyatanya batas akhir pengajuan klaim asuransi adalah satu tahun setelah tertanggung meninggal.

    Jika pengajuan diajukan secara terlambat maka harus ada alasan yang sangat kuat dari penerima waris dan baru akan diproses oleh pihak asuransi bagian klaim. Entah alasan tersebut disetujui atau tidak itu tergantung keputusan pihak asuransi bagian klaim.

Itulah beberapa kesalahan para nasabah ketika membeli asuransi. Pemaparan yang cukup padat namun berisi itulah yang harus Anda pahami sebelum memilih asuransi agar nantinya tidak ada yang merasa dikecewakan. Semoga bermanfaat.


Related Posts :