Kamis, 17 Desember 2015

6 Hal Yang Wajib Diperhatikan Saat Membaca Polis Asuransi

Polis asuransi adalah dokumen asuransi berisikan kesepakatan antara pihak tertanggung yaitu nasabah dan penanggung yaitu pihak asuransi. Atau bisa dikatakan bahwa polis itu merupakan kontrak perjanjian bahwa perusahaan asuransi akan menanggung beberapa kerugian pada nasabah asuransi di masa mendatang. Keberadaan polis sendiri menjadi hal yang paling penting bagi para nasabah maka dari itu para nasabah harus memperhatikan betul-betul saat sedang membaca sebuah polis asuransi.

Dalam asuransi biasanya menggunakan bahasa hukum inilah penyebab para nasabah enggan untuk membacanya. Padahal membaca polis sangatlah diharuskan mengingat polis asuransi akan menjembatani kepentingan dari pihak perusahaan asuransi dengan nasabah itu sendiri. Untuk memahami isi di dalam polis asuransi, para nasabah disarankan agar tidak enggan dalam meminta penjelasan dari pihak asuransi mengenai masing-masing poin agar benar-benar mengerti hal-hal yang tertera di dalam polis asuransi.

Saat membaca sebuah polis asuransi, nasabah harus memiliki ekstra ketelitian dan kecermatan dalam memahaminya. Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh nasabah ketika membaca polis asuransi, yaitu :

  1. Halaman Pernyataan

    Seorang nasabah harus mencari halaman pernyataan. Halaman ini berisikan info dasar tertanggung dan rincian polis seperti informasi seputar produk yang dipilih, berbagai manfaat utama serta tambahan dan cara mengklaim nilai pertanggungan yang diberikan.

  2. Nama Tertanggung

    Hal ini perlu diketahui secara jelas karena nasabah harus memastikan bahwa data tertanggung benar dan akurat. Karena seringkali pihak yang membayarkan premi bukan yang menjadi tertanggungnya. Ketika terjadi musibah pada nasabah maka data inilah yang menjadi acuan utama pihak asuransi, jika terjadi kesalahan pada data tertanggung maka klaim akan dipersulit untuk dibayarkan.

  3. Konteks Pengecualian

    Hal ini di mana terjadi risiko tertentu sehingga mengakibatkan pihak asuransi tidak akan menanggung tanggungannya. Seperti peristiwa kecelakaan akibat sesuatu yang di luar tanggungan layaknya bunuh diri atau melukai diri sendiri, merusak properti secara sengaja dan melakukan hal yang melanggar hukum yang berlaku.

  4. Premi

    Nasabah harus memperhatikan ketentuan premi saat pembayaran nantinya. Menyangkut jumlah, waktu, mata uang dan cara pembayaran premi tersebut. Jangan sampai melakukan kesalahan mengenai hal ini. namun, jika nasabah terlambat dalam membayar premi, nasabah akan diberikan masa tenggang selama satu bulan dari waktu pembayaran premi. Periode ini adalah periode di mana premi belum dibayarkan, namun klaim masih dapat diterima atau perlindungan masih efektif untuk dilakukan.

  5. Prosedur Klaim

    Pada poin ini hendaknya para nasabah meminta pihak asuransi untuk menjelaskannya agar lebih jelas dan terperinci. Tanyakan seputar batas waktu dan berapa banyak jumlah klaim yang bisa diambil serta apakah ada dendanya atau tidak. Tak lupa untuk tanyakan berkas-berkas atau dokumen apa saja yang diperlukan untuk mengajukan klaim.

  6. Potongan Biaya

    Hal terakhir ini merupakan hal penting sehingga tidak bisa terlewatkan begitu saja. Potongan biaya biasa juga dikenal dengan biaya pemeliharaan yang besarnya berdasarkan hal-hal tertentu. Potongan biaya ini merupakan komisi untuk agen asuransi begitupun untuk perusahaan asuransi tersebut.

Adanya ulasan tentang pentingnya membaca polis asuransi akan membuat Anda sebagai calon nasabah tidak akan mudah termakan rayuan para agen asuransi tanpa memeriksa isi polis asuransi tersebut. Memahami polis asuransi merupakan hal yang penting bagi semua nasabah sehingga tidak akan merasa dirugikan pada kemudian hari. Nasabah yang baik akan selalu bersedia meluangkan waktunya untuk membaca serta memahami isi polis asuransi.


Related Posts :