Selasa, 01 Desember 2015

3 Jenis Asuransi Jiwa Yang Wajib Anda Ketahui

Menurut hasil survei World Health Organization (WHO) pada tahun 2002 lalu ada 10 penyebab kematian di Indonesia yaitu jantung koroner, tuberkulosis, kelainan pembuluh darah, penyakit pernapasan, penyakit bayi baru lahir, penyakit paru-paru, kecelakaan lalu lintas, diabetes mellitus, darah tinggi dan diare. Sedangkan, biaya pengobatan di Indonesia selalu meningkat setiap tahunnya. Oleh karena itu, perusahaan asuransi yang tersebar di seluruh penjuru daerah berlomba-lomba memenangkan hati para calon nasabah untuk bekerja sama dengan perusahaan asuransi mereka.

Pernahkah Anda ditawari produk asuransi jiwa? Mungkin sekali atau bahkan lebih Anda pernah mengalami peristiwa ini dengan teman, saudara, kenalan atau bahkan dengan kekasih Anda sendiri. Asuransi jiwa paling cocok untuk seseorang yang sudah mempunyai penghasilan tetap dan memiliki tanggungan, seperti anak. Asuransi jiwa adalah kebijakan di mana seseorang dapat melindungi dirinya dari keadaan yang tak terduga. Polis asuransi jiwa merupakan semacam keamanan finansial bagi suatu keluarga.

Asuransi jiwa memiliki tiga macam jenis produk yaitu asuransi jiwa berjangka, seumur hidup dan dwi guna yang memiliki masing-masing jenis manfaat yang berbeda-beda pula namun tetap memiliki satu tujuan yang sama yaitu melayani kebutuhan para nasabah.

  1. Asuransi Jiwa Berjangka ( Term )

    Asuransi ini memberikan perlindungan dalam batas waktu yang sudah ditentukan saja. Bertujuan untuk menyediakan kebutuhan yang sifatnya temporer saja. Asuransi yang memiliki kebijakan paling sederhana serta paling murah inilah yang paling banyak dicari masyarakat. Premi yang harus dibayarkan pun idealnya mulai dari Rp 250.000 per bulan.

  2. Asuransi Seumur Hidup ( Whole Life )

    Jenis asuransi permanen ini memberikan perlindungan seumur hidup bagi para nasabah. Asuransi jiwa jenis ini pun sangat cocok sebagai tabungan yang dapat dipakai dalam keadaan darurat. Namun, premi yang dibayarkan pun lebih mahal dari asuransi berjangka, mulai dari Rp 300.000 per bulan.

  3. Asuransi Dwiguna ( Endowment )

    Asuransi jiwa ini memberikan dua keuntungan sekaligus. Asuransi yang memberikan uang pertanggungan jika tertanggung meninggal dunia dalam periode waktu tertentu dan apabila tertanggung masih hidup saat janga waktu berakhir, tertanggung akan mendapatkan seluruh uang pertanggungan, inilah alasan mengapa jenis asuransi jiwa yang terakhir ini disebut dwiguna. Oleh karena itu, asuransi jenis ini termasuk paling mahal biaya pembayarannya berkisar seharga Rp 3.0000.000 per tahun.

Sangat disarankan untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya sebelum Anda memutuskan untuk membeli polis asuransi jiwa. Informasi yang banyak akan membantu Anda agar tidak salah dalam memilih. Pertimbangan juga segala macam hal mulai dari dana yang akan dikeluarkan sampai banyaknya anggota keluarga Anda. Jika dana masih mencukupi, Anda bisa membeli polis asuransi lainnya di luar asuransi jiwa.


Related Posts :