Rabu, 28 Januari 2015

Mengenal Prinsip Dasar dalam Asuransi

Asuransi dalam perkembangannya telah merambah ke mana-mana dan target pangsa pasarnya pun sudah tidak lagi menyasar pada kalangan menengah ke atas melainkan juga untuk yang ke bawah juga. Dan juga sudah banyak pula inovasi yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi dengan memberikan pilihan berbagai ragam produk sebagai polis perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan bagi masyarakat. Sehingga hal inilah menjadi alasan tersendiri mengapa asuransi dapat diterima oleh masyarakat secara luas.

Namun di samping itu, perlu diketahui juga bahwa dalam asuransi ada sangat banyak sekali aspek yang meski diketahui sehingga menambah pengetahuan bagi masyarakat yang ingin membeli polis perlindungan dalam perusahaan asuransi. Nah, dalam artikel ini tidak dijelaskan mengenai semua aspek tersebut melainkan coba menjelaskan mengenai prinsip dasar dalam asuransi yang secara umum harus diketahui bersama. Dalam berbagai literatur diketahui bahwa prinsip dasar dalam asuransi itu ada beberapa prinsip. Yang pembahasannya ialah:

  • Indemnity
    Ialah suatu prinsip yang memberikan penggantian atas kerugian kepada yang tertanggung dari si penanggung untuk mengembalikan kondisi finansialnya sesaat sebelum terjadinya kerugian yang menimpanya. Kerugian yang ditanggung nominalnya tidak lebih dari nilai kerugian yang dialami sehingga si tertanggung tidak akan memperoleh penggantian lebih dari nilai kerugian yang terjadi dan tidak akan merasa diuntungkan.

  • Subrogation
    Maksud dari prinsip subrogation ialah kerugian yang dialami oleh si tertanggung disebabkan oleh pihak ketiga sehingga pertanggungan ganti rugi bisa dilayangkan kepada pihak ketiga yang menyebabkan kerusakan atau menyerahkan perbaikan atau ganti rugi kepada pihak polis asuransi. Dalam prinsip ini juga disebut sebagai perwalian dalam menanggung kerugian kepada si tertanggung. Dan pada prinsip subrogation, pihak tertanggung tidak boleh mengalihkan penggantian ganti rugi kepada ke dua belah pihak yakni pihak perusahaan asuransi dan pihak ketiga yang menyebabkan kerugian. Sehingga kerugian yang di tanggung tidak melebihi dari keadaan semula sebelum mengalami kerugian dan pihak tertanggung tidak akan merasa diuntungkan begitu pula pihak asuransi dan pihak ketiga tidak akan merasa dirugikan.

  • Utmost good faith
    Arti dari prinsip Utmost Good Faith ialah adanya kejelasan dari orang yang akan bergabung kepada pihak asuransi untuk menjelaskan secara teliti tentang objek yang diasuransikan sehingga tidak akan menimbulkan di kemudian hari saat mengajukan atas klaim asuransi atas kerugian yang dialami. Dalam prinsip ini juga akan dijelaskan dan diketahui oleh kedua belah pihak (pihak penanggung dan tertanggung) tentang resiko-resiko yang akan ditanggung dan mana yang dikecualikan (tidak ditanggung).

  • Insurable Interest
    Maksud dari prinsip insurable interest adalah adanya hak pertanggungan terhadap kerugian yang terkait dengan finansial atau keuangan si tertanggung. Bila musibah yang menimpa objek yang diasuransikan namun tidak sampai menyebabkan kerugian finansial maka si tertanggung tidak berhak untuk mengajukan klaim terhadap pihak asuransi.

  • Proximate Cause
    Prinsip ini memberikan peran bagi pihak asuransi untuk menelusuri secara kronologis terhadap kerugian yang menimpa pihak si tertanggung dengan mencari sebab-sebab aktif sehingga diketemukan kebenaran dari suatu musibah yang menimpa si tertanggung. Dampaknya bila hasil penelusuran ternyata benar atau sesuai dengan yang diajukan si tertanggung maka klaim asuransi dapat dicairkan. Dan bila terjadi spekulasi atau pengarangan cerita untuk menagih klaim asuransi maka klaim tidak bisa dicairkan.

Demikianlah penjelasan mengenai prinsip dasar dalam asuransi yang perlu diketahui oleh para pembaca sekalian. Dan dengan mengetahui ini maka bisa menambah pengetahuan kita semuanya.

Oleh: Satria Dwi Saputro
Sumber:
http://www.abb.co.id/tentang-asuransi/prinsip-dasar-asuransi
http://www.manajemenperusahaan.com/pengertian-asuransi/


Related Posts :