Rabu, 21 Juni 2017

Pentingnya Asuransi Pertanian Bagi Petani Indonesia

Sebagai negara agraris, sudah sewajarnya masyarakat Indonesia tidak bisa lepas dari alam. Dalam hal ini, petani menjadi profesi dominan di Indonesia, yang mana jika alam tak mendukung, petani akan menderita kerugian besar. Ada banyak kejadian tak terduga yang dapat menyebabkan gagalnya pertanian, seperti musim hujan dan kemarau, tanah longsor, hingga hama. Seringkali gagalnya panen mendorong petani untuk meminjam uang ke tengkulak dan setelah panen, tengkulak akan membayar hasil panen mereka dengan harga sangat rendah. Tentu hal ini sangat merugikan petani. Oleh karena itu, saat ini pemerintah Indonesia sudah membuat perlindungan bagi petani agar mereka tak lagi meminjam uang ke tengkulak untuk bisa bercocok tanam. Perlindungan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian RI No 40/Permentan/S.230/7/201 yang mana menjadi cikal bakal terbentuknya Asuransi Pertanian.


Gambar 1. Lahan kekeringan

Baru-baru ini, Panglima TNI Jend. Gatot Nurmantyo berkunjung ke Kampung Bungaraya, Kabupaten Siak. Di sana Jend. Gatot memberikan 1500 asuransi pertanian. Kepala UPTD Pertanian Suwanto mengatakan bahwa petani yang gagal panen dapat mengklaim asuransi ini. Tidak hanya di Kabupaten Siak, Asuransi Pertanian ini juga sudah mulai disosialisasikan di sejumlah daerah di Indonesia. Yang lebih menariknya lagi, Kementerian Pertanian menetapkan asuransi Rp 1 juta per hektare bagi petani. Bahkan jika terjadi kekeringan dan banjir ada asuransi Rp 6 juta per hektare. Lantas, seperti apa sebenarnya asuransi pertanian tersebut dan apa saja manfaat yang bisa dirasakan petani?

Bagaimana menjadi anggota Asuransi Pertanian?

Untuk mendapatkan Asuransi Pertanian, petani harus mengisi form pendaftaran dari Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) kecamatan dengan didampingi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Setelah itu, petani akan memilih jenis risiko asuransi dan pembayaran premi. Sesudah pihak asuransi menerima pembayaran premi dari petani, akan dilakukan penerbitan polis asuransi. Seluruh tahap dan pengajuan klaim bisa dilakukan setelah petani melaporkan kerusakan dan kerugian yang dialami dan mendapat persetujuan pihak asuransi. Untuk pembayaran premi, petani tidak perlu khawatir karena hal ini melibatkan Dirjen, Dinas Provinsi, dan juga Kabupaten/Kota. Peraturan yang telah disahkan pemerintah ini akan memudahkan dan melindungi petani apabila terjadi kerusakan akibat kejadian alam.

Jenis-jenis asuransi pertanian
Dalam perkembangannya, terdapat dua jenis asuransi pertanian yaitu asuransi untuk tanaman dan asuransi untuk ternak. Adapun asuransi untuk tanaman meliputi tanaman pangan, tanaman hortikultura, dan tanaman perkebunan. Sementara asuransi untuk ternak meliputi ternak non ruminansia (unggas). Kematian ternak merupakan risiko yang timbul akibat serangan penyakit. Jika di suatu wilayah terjadi endemik, besar kemungkinan risiko kematian ternak akan terjadi. Tidak hanya kematian ternak, kehilangan ternak juga menjadi hal yang paling sering dialami oleh petani. Namun dengan adanya Asuransi Pertanian, risiko kematian dan kehilangan ternak dapat ditanggung.


Gambar 2. Ternak unggas

Asuransi Pertanian adalah solusi
Dengan adanya Asuransi Pertanian, petani tidak perlu memusingkan lahan yang rusak. Petani tetap dapat melanjutkan aktivitas bertaninya dengan pengembalian modal yang diberikan pemerintah. Petani juga tidak akan lagi merugi akibat tengkulak yang sering memanfaatkan kondisi petani yang sedang sulit. Dengan melalui berbagai proses dan mematuhi prosedur yang ditetapkan, data-data petani akan dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, petani tak perlu ragu lagi untuk memulai asuransi pertanian.

Oleh: Rahel Simbolon
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber:
1. https://www.cermati.com/artikel/mengenal-asuransi-pertanian-manfaat-dan-mekanisme-yang-wajib-diketahui
2. http://www.riauonline.co.id/riau/kota-pekanbaru/read/2017/04/06/1.500-petani-siak-terima-asuransi-pertanian-tak-perlu-takut-gagal-panen
3. http://www.beritasatu.com/makro/424335-pemerintah-optimistis-indonesia-jadi-lumbung-padi-dunia.html

Sumber gambar:
1. http://belajartani.com/wp-content/uploads/2016/09/petani.jpg
2. https://cdn.bigdutchman.id/fileadmin/content/poultry/press/photos/broiler-breeder/Broiler-Elterntierhaltung-broiler-breeder-management-Big-Dutchman.jpg

Rabu, 22 Maret 2017

Cara Meyakinkan Calon Nasabah Untuk Bergabung Pada Asuransi

Tugas seorang agen asuransi adalah mencari sebanyak-banyaknya nasabah untuk bergabung pada asuransi yang diikuti. Untuk mendapatkan calon nasabah tidak semudah yang dilakukan. Seringkali agen asuransi ditolak oleh calon nasabah tersebut. Untuk itu, berikut ini adalah tips untuk bisa meyakinkan calon nasabah tentang produk asuransi yang ditawarkan.


Gambar 1. Mengajak Calon Nasabah Bergabung Pada Asuransi

Untuk mendapatkan kepercayaan dari calon nasabah, agen asuransi harus bisa menjelaskan produk asuransi secara jelas dan terperinci. Menjelaskan secara terperinci dan meyakinkan supaya calon nasabah yakin bahwa asuransi tersebut sangat bermanfaat bagi masa depannya. Produk asuransi yang memberikan solusi untuk kebutuhan proteksi yang diperlukan calon nasabah seperti penjelasan tentang manfaat dari produk asuransi tersebut dan apa yang akan diterima oleh calon nasabah.

Untuk lebih bisa meyakinkan calon nasabah, berikan bukti nasabah-nasabah yang sudah pernah klaim dan terbukti berhasil. Bisa menunjukkan data-data nasabah yang sudah ikut asuransi sebelumnya. Dengan begitu, calon nasabah bisa lebih percaya bahwa perusahaan asuransi tersebut benar-benar terpercaya. Cukup dengan memperlihatkan data-data atau menceritakan tentang nasabah yang pernah ikut sebelumnya.

Calon nasabah ingin produk asuransi yang bagus, cara klaim yang mudah, dan produk asuransi tersebut sesuai dengan kebutuhan nasabah. Hal tersebut yang harus dimiliki oleh produk asuransi yang ditawarkan. Banyak asuransi yang menawarkan berbagai produk tetapi tidak semua menawarkan sesuai yang dibutuhkan oleh calon nasabah tersebut. Contohnya adalah nasabah menginginkan jaminan kesehatan namun yang dibutuhkan adalah jaminan kesehatan untuk di luar negeri. Oleh karena itu, produk asuransi tersebut harus bisa digunakan untuk di luar negeri. Setiap asuransi memiliki produk asuransi yang berbeda-beda sesuai dengan program yang dijalankan.

Menceritakan pengalaman sendiri saat bergabung dengan asuransi tersebut akan lebih meyakinkan. Calon nasabah akan semakin percaya karena mengetahui pengalaman yang dialami oleh agen asuransi tersebut. Agen asuransi bisa menceritakan bagaimana pertama kali dia bergabung dengan asuransi tersebut. Selain itu, menunjukkan bukti anggota keluarganya yang berhasil mengikuti asuransi tersebut. Dari salah satu anggota keluarga yang ikut asuransi tersebut, kemudian mengajak anggota keluarga yang lain untuk bergabung.

Dalam meyakinkan calon nasabah, jangan terlalu memaksa karena nantinya akan memicu penolakan dari calon nasabah. Agen asuransi hanya bertugas menawarkan dan mempromosikan produk asuransi yang diikuti. Nantinya, jika produk asuransi tersebut sesuai dengan yang dibutuhkan maka calon nasabah akan bergabung dengan asuransi tersebut. Jika calon nasabah tersebut sudah menolak berarti produk asuransi tersebut tidak sesuai dengan yang dibutuhkannya saat ini dan tidak bisa dipaksakan.

Meyakinkan calon nasabah perlu sekali dilakukan oleh setiap agen asuransi untuk bisa mengajak orang lain untuk bergabung di sebuah perusahaan asuransi. Untuk meyakinkan calon nasabah tidak terlalu sulit asalkan dilakukan secara benar dan tidak terlalu memaksa. Tips tersebut sangat bermanfaat bagi agen asuransi yang selama ini mengalami kendala dalam mengajak orang lain bergabung di asuransi.

Oleh: Jenny
(Kirim pesan ke penulis)

Gambar:
https://lh3.googleusercontent.com/-PhRGt7QcANw/VzS-4eUdDlI/AAAAAAAAAjY/tfgMEwKZKwk/s1600/FB_IMG_1462803710275.jpg