Selasa, 01 Agustus 2017

Cara Mengajukan Klaim Di AXA Financial

AXA Financial adalah salah satu asuransi kesehatan yang memiliki kemudahan dalam proses klaim. Hampir di setiap rumah sakit menerima pembayaran menggunakan asuransi AXA Financial. Bagi peserta asuransi pemula sering mengalami kendala dalam mengajukan klaim asuransi tersebut. Berikut ini cara lengkap untuk melakukan pengajuan klaim.

Nasabah harus melengkapi formulir pengajuan klaim terlebih dahulu. Formulir pengajuan klaim AXA Financial bisa didapatkan oleh agen asuransi. Formulir pengajuan klaim harus diisi secara lengkap dan sesuai dengan identitas di KTP supaya tidak mengalami kendala saat diajukan ke asuransi tersebut. Lampirkan beberapa berkas yang dibutuhkan seperti paspor, kartu keluarga, dan KTP. Paling terpenting adalah memberikan nomor polis sebagai bukti keikutsertaan pada asuransi tersebut.


Gambar 1. Contoh Formulir Pengajuan Klaim

Lampirkan beberapa dokumen asli sebagai bukti untuk melakukan pengajuan klaim. Dokumen seperti kwitansi dari pihak rumah sakit, rekam medis, resep obat atau dokumen yang dikeluarkan oleh pihak rumah sakit sangat membantu pengajuan klaim. Dokumen tersebut bisa berupa fotokopi dan asli supaya pihak asuransi mempercayai klaim yang diajukan. Dokumen tersebut bisa didapatkan di rumah sakit tempat dilakukan perawatan. Pihak asuransi tidak bisa begitu saja mengeluarkan klaim tanpa adanya dokumen tersebut jadi pastikan meminta pada pihak rumah sakit.

Jika dokumen-dokumen tersebut telah lengkap namun masih ada kendala yang dihadapi maka nasabah bisa menghubungi nomor telepon customer service AXA yaitu 021-3005-999 dan mengirim e-mail di alamat customer@axafinancial.co.id. Dokumen yang telah dipersiapkan sebelumnya dapat dikirimkan lewat Pos di alamat kantor AXA untuk Departemen Klaim PT. AXA Financial Indonesia, AXA Tower lt.17, Jl. Prof. Dr Satrio Kav. 18 Kuningan City, Jakarta, 12940.

Proses pengajuan klaim asuransi AXA juga dapat dilakukan secara online pada link https://axa.co.id/layanan-nasabah/ untuk melakukan pengajuan klaim terdapat di kolom kanan bawah, di sana terdapat pilihan produk asuransi yang hendak diklaim sesuai kebutuhan. Masukkan nomor polis yang dimiliki lalu klik cara pengajuan klaim. Dengan pengajuan klaim secara online tentunya akan lebih memudahkan nasabah.

Pengajuan klaim rawat inap dilakukan paling lambat 30 hari sejak tanggal terakhir tertanggung menjalani rawat inap. Jika lewat dari waktu tersebut maka pengajuan klaim tidak berlaku atau nasabah tidak bisa lagi mengajukan klaim. Oleh karena itu, jika nasabah ingin melakukan pengajuan klaim bisa segera melakukannya. Jika ada kendala bisa menghubungi agen asuransi AXA Financial yang dikenal.

Cara pengajuan klaim tersebut tentunya akan membantu para nasabah yang kebingungan bagaimana cara melakukan pengajuan klaim. Apalagi peserta nasabah yang masih baru tentunya belum mengerti bagaimana cara melakukan pengajuan klaim. Melakukan pengajuan klaim dengan asuransi AXA Financial tentunya akan memudahkan nasabah untuk mendapatkan fasilitas rawat inap atau berobat. Jika masih kebingunan bisa menghubungi agen AXA Financial.

Oleh: Jenny
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
https://axa.co.id/layanan-nasabah/pengajuan-klaim/

Gambar:
http://assets.kompasiana.com/statics/files/1410574124238116122.jpg?t=o&v=700?t=o&v=700

Rabu, 21 Juni 2017

Pentingnya Asuransi Pertanian Bagi Petani Indonesia

Sebagai negara agraris, sudah sewajarnya masyarakat Indonesia tidak bisa lepas dari alam. Dalam hal ini, petani menjadi profesi dominan di Indonesia, yang mana jika alam tak mendukung, petani akan menderita kerugian besar. Ada banyak kejadian tak terduga yang dapat menyebabkan gagalnya pertanian, seperti musim hujan dan kemarau, tanah longsor, hingga hama. Seringkali gagalnya panen mendorong petani untuk meminjam uang ke tengkulak dan setelah panen, tengkulak akan membayar hasil panen mereka dengan harga sangat rendah. Tentu hal ini sangat merugikan petani. Oleh karena itu, saat ini pemerintah Indonesia sudah membuat perlindungan bagi petani agar mereka tak lagi meminjam uang ke tengkulak untuk bisa bercocok tanam. Perlindungan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian RI No 40/Permentan/S.230/7/201 yang mana menjadi cikal bakal terbentuknya Asuransi Pertanian.


Gambar 1. Lahan kekeringan

Baru-baru ini, Panglima TNI Jend. Gatot Nurmantyo berkunjung ke Kampung Bungaraya, Kabupaten Siak. Di sana Jend. Gatot memberikan 1500 asuransi pertanian. Kepala UPTD Pertanian Suwanto mengatakan bahwa petani yang gagal panen dapat mengklaim asuransi ini. Tidak hanya di Kabupaten Siak, Asuransi Pertanian ini juga sudah mulai disosialisasikan di sejumlah daerah di Indonesia. Yang lebih menariknya lagi, Kementerian Pertanian menetapkan asuransi Rp 1 juta per hektare bagi petani. Bahkan jika terjadi kekeringan dan banjir ada asuransi Rp 6 juta per hektare. Lantas, seperti apa sebenarnya asuransi pertanian tersebut dan apa saja manfaat yang bisa dirasakan petani?

Bagaimana menjadi anggota Asuransi Pertanian?

Untuk mendapatkan Asuransi Pertanian, petani harus mengisi form pendaftaran dari Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) kecamatan dengan didampingi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Setelah itu, petani akan memilih jenis risiko asuransi dan pembayaran premi. Sesudah pihak asuransi menerima pembayaran premi dari petani, akan dilakukan penerbitan polis asuransi. Seluruh tahap dan pengajuan klaim bisa dilakukan setelah petani melaporkan kerusakan dan kerugian yang dialami dan mendapat persetujuan pihak asuransi. Untuk pembayaran premi, petani tidak perlu khawatir karena hal ini melibatkan Dirjen, Dinas Provinsi, dan juga Kabupaten/Kota. Peraturan yang telah disahkan pemerintah ini akan memudahkan dan melindungi petani apabila terjadi kerusakan akibat kejadian alam.

Jenis-jenis asuransi pertanian
Dalam perkembangannya, terdapat dua jenis asuransi pertanian yaitu asuransi untuk tanaman dan asuransi untuk ternak. Adapun asuransi untuk tanaman meliputi tanaman pangan, tanaman hortikultura, dan tanaman perkebunan. Sementara asuransi untuk ternak meliputi ternak non ruminansia (unggas). Kematian ternak merupakan risiko yang timbul akibat serangan penyakit. Jika di suatu wilayah terjadi endemik, besar kemungkinan risiko kematian ternak akan terjadi. Tidak hanya kematian ternak, kehilangan ternak juga menjadi hal yang paling sering dialami oleh petani. Namun dengan adanya Asuransi Pertanian, risiko kematian dan kehilangan ternak dapat ditanggung.


Gambar 2. Ternak unggas

Asuransi Pertanian adalah solusi
Dengan adanya Asuransi Pertanian, petani tidak perlu memusingkan lahan yang rusak. Petani tetap dapat melanjutkan aktivitas bertaninya dengan pengembalian modal yang diberikan pemerintah. Petani juga tidak akan lagi merugi akibat tengkulak yang sering memanfaatkan kondisi petani yang sedang sulit. Dengan melalui berbagai proses dan mematuhi prosedur yang ditetapkan, data-data petani akan dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, petani tak perlu ragu lagi untuk memulai asuransi pertanian.

Oleh: Rahel Simbolon
(Kirim pesan ke penulis)

Sumber:
1. https://www.cermati.com/artikel/mengenal-asuransi-pertanian-manfaat-dan-mekanisme-yang-wajib-diketahui
2. http://www.riauonline.co.id/riau/kota-pekanbaru/read/2017/04/06/1.500-petani-siak-terima-asuransi-pertanian-tak-perlu-takut-gagal-panen
3. http://www.beritasatu.com/makro/424335-pemerintah-optimistis-indonesia-jadi-lumbung-padi-dunia.html

Sumber gambar:
1. http://belajartani.com/wp-content/uploads/2016/09/petani.jpg
2. https://cdn.bigdutchman.id/fileadmin/content/poultry/press/photos/broiler-breeder/Broiler-Elterntierhaltung-broiler-breeder-management-Big-Dutchman.jpg