Minggu, 11 Februari 2018

6 Poin Pentingnya Beralih Ke Asuransi Syariah

Sudah terbit di: https://steemit.com/asuransi/@puncakbukit/6-poin-pentingnya-beralih-ke-asuransi-syariah

Asuransi syariah tampak sangat menggiurkan dunia perbankan dunia. Hal ini bukan saja tentang memang banyak pemeluk agama Islam yang ingin kembali ke sunah, melainkan memang cara kerjanya dianggap menguntungkan semua pihak secara universal. Terlebih lagi Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Kemunculan asuransi syariah diharapkan dapat membantu kehidupan masyarakat supaya lebih terjamin kesejahteraannya. Sejatinya produk asuransi syariah masih perlu digaungkan agar lebih banyak penduduk tertarik dan dapat menikmati manfaatnya. Berikut adalah 6 poin penting mengapa kita harus beralih ke asuransi syariah.


Gambar 1. Salah Satu Bank Berasaskan Syariah

  1. Buah Asuransi
    Asuransi dapat dianggap sebagai investasi. Umumnya, setiap investor wajib siap menghadapi risiko dalam berinvestasi. Apabila di investasi konvensional Anda selalu ketar-ketir dengan hasil investasi yang di luar dugaan, maka kecemasan tersebut akan berkurang jika Anda memilih berinvestasi secara syariah. Di sini hasil investasi (Mudharabah) lebih bervariasi. Sehingga hasil pengembalian kepada investor dianggap lebih menarik dan optimal bila dibandingkan dengan tabungan deposito.

  2. Hindari Uang Hangus
    Menghindari uang hangus merupakan nilai jual tinggi dari asuransi syariah. Anda tidak perlu bersedih karena berada dalam kondisi terdesak yang memaksa pencairan dana sebelum jatuh tempo. Asuransi konvensional akan mengenai penalti kepada Anda, tapi asuransi syariah tidak memperlakukan Anda semacam itu. Semua prinsip dalam prosesnya didasarkan pada hukum-hukum syariah. Itulah sebabnya, kebanyakan nasabah pasti merasa puas karena selalu ada perjanjian jelas bersama pihak asuransi sebelum ‘deal’.

  3. Konsekuensi Telat
    Siapa yang tidak tertarik bila dihargai? Asuransi syariah menghargai nasabahnya dalam berbagai pelayanannya. Salah satunya yakni jika nasabah telat membayar premi, maka dana investasi akan tetap terproteksi dengan baik. Pihak asuransi tidak akan menyentuh dana tersebut selama yang dilakukan nasabah bukanlah berhenti membayar. Di sini dapat kita lihat tegaknya prinsip jujur dan adil seperti dalam koperasi.

  4. Tidak Ada Kontributor Dasar
    Pernahkah sebelum Anda berinvestasi, Anda merasa takut gagal membayar karena mengalami kecelakaan atau sakit parah yang menekan keluarga untuk mengarahkan dana yang ada pada biaya pengobatan. Situasi seperti ini tidak terlalu mengerikan kalau Anda memilih menggunakan asuransi syariah. Nasabah asuransi yang mengalami ketidakmampuan total tetap dapat memetik buah asuransi. Belum lagi biaya rumah sakit akan diganti jika alasan ketidakmampuannya sakit parah atau kecelakaan. Penggantian ini disertai fasilitas cashless yang akan memudahkan nasabah membayar tunai biaya perawatan.

  5. Nisbahnya Menggiurkan
    Ketika Anda memutuskan ikut asuransi, pasti ada alasan kuat yang menjadi harapan di masa depan. Begitu pula asuransi syariah yang akan menawarkan nisbah 70% untuk peserta dibanding 30% untuk pihak asuransi. Penawaran menggiurkan ini seharusnya cukup membuat Anda berhitung seberapa beruntungnya Anda mengikuti hukum syari.

  6. Bisa Melakukan Klaim dobel
    Terakhir adalah keuntungan klaim dobel yang sedang ditunggu-tunggu masyarakat menengah ke bawah. Jadi, di sini Anda bisa memakai satu asuransi untuk satu keluarga. Satu polisnya dalam keluarga dapat menyelamatkan banyak nyawa yang menjadi anggotanya. Klaim dobel ini otomatis akan membuat premi asuransi yang dikeluarkan lebih murah dan praktis dalam pembayarannya.

Oleh: Nurlaili Whiztale
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi Tulisan:
1. Rezkisari, Indira. 22 Februari 2017. Alasan Anda Memilih Asuransi Syariah.
2. http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/tips/17/02/22/olr1g4328-alasan-anda-memilih-asuransi-syariah. Diakses pada 02 Januari 2018.
3. Mengapa Memilih Asuransi Syariah? http://www.asuransisyariah.asia/Mengapa-Memilih-Asuransi-Syariah.html. Diakses pada 02 Januari 2018.

Referensi Gambar:
https://en.wikipedia.org/wiki/Islamic_banking_and_finance#/media/File:Sabaibdjib.jpg

Kamis, 02 November 2017

Cara Mendaftarkan Diri Sebagai Agen Asuransi

Sudah terbit di: https://steemit.com/asuransi/@puncakbukit/cara-mendaftarkan-diri-sebagai-agen-asuransi

Seorang agen asuransi memegang peranan penting dalam merekrut orang untuk ikut bergabung dengan asuransi. Selain itu, ada target yang harus terpenuhi seperti kepuasan pelayanan terhadap pelanggan dan dalam tim bertugas merekrut sebanyak-banyak anggota. Namun untuk melakukan hal itu semua tidaklah mudah. Butuh kesabaran dan ketelitian dalam melayani klien yang masing-masing berbeda karakternya.

Sekarang ini, banyak orang yang tertarik untuk menjadi agen asuransi. Pekerjaan sebagai agen asuransi tidak memakan waktu yang banyak dan banyak ibu rumah tangga yang menjadi seorang agen asuransi. Menjadi seorang agen asuransi tidak mendapatkan gaji bulanan namun dari hasil produk yang dijual. Keuntungan yang didapat cukup besar sehingga bisa dijadikan peluang bisnis.

Masih banyak orang yang bingung bagaimana memulai untuk menjadi seorang agen asuransi. Untuk memulai menjadi seorang agensi tidak terlalu sulit. Ada beberapa hal yang harus dilakukan dalam mendaftarkan diri sebagai agen asuransi.


Gambar 1. Kantor Jiwasraya

Pertama, pilihlah perusahaan agensi asuransi yang sudah terpercaya. Memilih perusahaan agensi asuransi yang produknya akan dipasarkan tidak bisa sembarangan karena ada investasi milik orang lain yang ditanamkan di sana. Oleh karena itu, sebaiknya mencari informasi terlebih dahulu tentang perusahaan agensi asuransi yang akan diikutkan. Di Indonesia, terdapat beberapa perusahaan asuransi terbesar yang bisa diikuti yaitu prudential, AXA Mandiri, Allianz, Bumiputera 1912, AIA Financial, Jiwasraya, Avrist, Sinarmas, Manulife, dan Cigna.

Untuk mendaftarkan diri menjadi agen asuransi ada beberapa persyaratan yang harus dilengkapi seperti mengisi formulir aplikasi agen dan perjanjian keagenan dengan melampirkan fotokopi ktp, pas foto warna ukuran 3x4, fotokopi buku tabungan, fotokopi NPWP, dan bukti transfer biaya ujian lisensi konvensional+syariah.

Berikutnya adalah seorang agen asuransi tentunya harus mengikuti serangkaian tes. Tentunya untuk mengetahui seberapa pengetahuan seseorang tentang perusahaan asuransi yang ada di Indonesia. Tes yang dilakukan biasanya berupa tes tertulis maupun lisan. Setelah dinyatakan lulus maka anda sudah resmi menjadi agen asuransi dari perusahaan asuransi tersebut. Jika gagal, anda bisa mengikuti kembali dengan membayar biaya 150ribu seperti yang dilakukan pada perusahaan asuransi Allianz.

Seorang agen asuransi tentunya harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Nantinya seorang agen asuransi harus sering mengikuti berbagai pertemuan atau training yang diadakan oleh perusahaan asuransi. Hal tersebut bertujuan untuk menambah pengetahuan para agen asuransi.

Pada Allianz bisa memiliki 2 training yaitu Basic Training Program dan Fast Track To Management. Basic Training Program adalah training dasar yang wajib diikuti setiap agen Allianz. Training dasar meliputi ASN Orientasi Program, Basic Product Training, dan Basic Operation Training. Fast Track To Management adalah training untuk agen yang telah mencapai level BP. Training ini biasanya dilaksanakan selama 1 hari.

Penulis: Jenny
(Kirim pesan ke penulis)

Referensi:
1. https://bisnisasuransiindo.files.wordpress.com/2016/07/c14e5-5.jpg
2. http://carainvestasibisnis.com/10-perusahaan-asuransi-terbaik-indonesia/

Gambar:
https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/22/Gedung_Jiwasraya_%2830252179890%29.jpg/745px-Gedung_Jiwasraya_%2830252179890%29.jpg